Beranda > Bahasa Indonesia > Majas dan Gaya Bahasa

Majas dan Gaya Bahasa

Peribahasa (maxim saying) adalah kalimat yang mengandung pengertian yang khas atau kalimat yang susunannya tetap dan biasanya mengiaskan maksud tertentu.

Contoh :

lempar batu sembunyi tangan (orang yang menyembunyikan kesalahan dirinya)
Ada uang ada barang
Bagai pinang dibelah dua
Sudah jatuh tertimpa tangga (bernasib sial)
Kalah jadi abu menang jadi arang

Ungkapan/idiom adalah gabungan dua kata atau lebih yang konsep maknanya menyatakan sesuatu maksud tertentu.

Contoh :

mata-mata, anak emas, besar kepala, bermuka dua darah daging, gulung tikar, lintah darat, hidung belang dsb.

Majas (figurative language) adalah bahasa kias, gaya bahasa bahasa yang dipergunakan untuk menciptakan efek tertentu.atau cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain.

Contoh:
Semangatnya keras bagaikan baja
Raja siang keluar dari upuk timur.

JENIS MAJAS

GAYA BAHASA PERMBANDINGAN

Majas Perumpamaan / Asosiasi yaitu gaya bahasa yang memperbandingkan benda yang satu dengan benda yang lain dengan apa yang dilukiskan.

Contoh :
Bibirnya merah bagai buah delima.
Kedua anak itu seperti pinang dibelah dua.

Majas Metafora, yaitu gaya bahasa perbandingan yang singkat dan padat yang dinyatakan secara implicit atau secara langsung.

Contoh :
Pukul delapan malam dewi malam mulai memancarkan sinarnya.
Si jago merah telah melalap rumah itu.

Majas Personifikasi, yaitu gaya bahasa yang menggambarkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat seperti manusia.

Contoh :
Angin semilir menerpa mukaku.
Pohon nyiur melambai-lambai dipantai.

Majas Alegori, yaitu gaya bahasa perbandingan yang biasa memakai cerita untuk simbol-simbol untuk menyampaikan maksud tertentu.

Contoh :
Orang itu bagaikan kancil.
Orang itu termenung seribu satu malam.

Majas Pleonasme, yaitu gaya pemakaian bahasa secara berlebih-lebihan.
Saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya sendiri.
Walau keadaannya gelap gulita dia masih tetap meneruskan perjalanannya.

GAYA BAHASA PERTENTANGAN

Majas Hiperbola, yaitu gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan dengan maksud memberi penekanan.

Contoh :
Kini hidupnya benar-benar bermandikan uang.
Air matanya menganak sungai.

Majas Litotes, yaitu gaya bahasa pertentangan yang biasa memakai pernyataan untuk memperkecil sesuatu.

Contoh :
Terimalah hadiahku yang sederhana ini.
Kalau sampai disana mampirlah kegubukku.

Majas Ironi, yaitu gaya bahasa pertentangan yang mengungkapkan pernyataan pertentangan dengan maksud mencemoh. Contoh :
Bagus sekali tulisanmu sampai-sampai aku tidak bisa membacanya.
Rapi benar kamarmu seperti kapal pecah.

 

GAYA BAHASA PERTAUTAN/PERSAMAAN/DISAMAKAN/DIHUBUNGKAN

Majas Sinekdoke adalah gaya bahasa yang mengemukakan sesuatu dengan menyebutkan bagian tubuh seseorang/ benda dengan maksud untuk meyebutkan keseluruhan tubuh, benda,ataupun sebaliknya menyebutkan seluruhnya untuk sebagian

contoh sudah lama saya tidak melihat batang hidungnya
harga tiket itu Rp. 1000 per kepala

Majas Metonimia, yaitu gaya bahasa dengan menggunakan nama merk terkenal atau nama hal yang ditautkan dengan orang atau barang.

contoh
Sambil mengisap djarum dalam-dalam dibukanya lembaran-lembaran kompas.
Ayah pergi ke Cirebon menggunakan Kijang

Selain majas-majas yang disebutkan diatas juga ada jenis majas yang lain, misalnya :
Majas Eufemisme, yaitu gaya bahasa yang menggunakan bahasa sebagai pengganti kata lain dengan maksud untuk memperhalus atau menghindari hal-hal tabu.

Contoh :
Para TKW ilegal banyak yang diamankan oleh pihak keamanan Malaysia.
Pramuniaga itu sedang melayani pelanggannya

Majas Alusio, yaitu gaya bahasa yang merujuk pada suatu karya sastra, tokoh cerita, atau suatu peristiwa,yang maksudnya dianggap sudah diketahui maksud sebenarnya oleh masyarakat

Contoh
Dia sering bersifat kura-kura dalam perahu, sudah tahu tapi masih saja bertanya.
Dalam melakukan sebuah usaha kita harus selalu berakit-rakit ke hulu berenang renang ketepian

Majas Repetisi, yaitu gaya bahasa dengan melakukan pengulangan kata atau kelompok kata.

Contoh :
Mengapa harus putus asa? Aku masih muda dan kuat! Mengapa harus putus asa? Mengapa harus putus asa?
Kalau kalian ingin lulus ujian nasional, harus terus belajar, belajar dan belajar

Majas Klimaks, yaitu gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan.atau urutan-urutan pikiran yang setiap kali semakin meningkat kepentingannya dari maksud-maksud sebelumnya

Contoh :
Jangankan uang, rumah, harta kekayaan, nyawa pun akan kukorbankan demi kebaikan keluarga.
Sejak lahir, bayi, balita, remaja ibunya sendiri yang mengasuhnya.

Kategori:Bahasa Indonesia
  1. 8 Desember 2013 pukul 06:47

    Fantastic beat ! I would like to apprentice while
    you amend your site, how could i subscribe
    for a blog site? The account helped me a acceptable deal.
    I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright clear concept

  2. 1 April 2015 pukul 04:59

    I read this paragraph completely on the topic of the comparison of most up-to-date
    and preceding technologies, it’s amazing article.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: